Senin, 29 September 2014

PARASITOLOGI PEMERIKSAAN MALARIA

LAPORAN PRAKTIKUM
PARASITOLOGI
PEMERIKSAAN MALARIA DAN SEL DARAH
259706_159829887419125_7032827_o.jpg








AYU PERTIWI
P27833112026
NON REGULER / B

KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PROGRAM STUDI DIII KAMPUS SURABAYA
Tahun 2013
PEMERIKSAAN MALARIA DAN SEL DARAH
Ø  Lokasi
Laboratorium Kesehatan Lingkungan Poltekkes Surabaya

Ø  Waktu
Praktikum Pemeriksaan Malaria dan Sel Darah dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2013.

Ø  Tujuan
Mahasiswa bisa membuat hapusan darah dengan baik dan benar serta mengidentifikasi bentuk dari komposisi yang ada dalam darah tersebut.

Ø  Dasar Teori
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.
Pada serangga, darah (atau lebih dikenal sebagai hemolimfe) tidak terlibat dalam peredaran oksigen. Oksigen pada serangga diedarkan melalui sistem trakea berupa saluran-saluran yang menyalurkan udara secara langsung ke jaringan tubuh. Darah serangga mengangkut zat ke jaringan tubuh dan menyingkirkan bahan sisa metabolisme.
Pada hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru atau insang ke jaringan tubuh. Dalam darah terkandunghemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata. Hemosianin, yang berwarna biru, mengandung tembaga, dan digunakan oleh hewan crustaceae. Cumi-cumi menggunakan vanadium kromagen (berwarna hijau muda, biru, atau kuning oranye).


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/93/Blood_smear.jpg/300px-Blood_smear.jpg
a.       Eritrosit
b.      Neutrofil
c.       Eosinofil
d.      Limfosit

Darah manusia
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c1/Blut-EDTA.jpg/150px-Blut-EDTA.jpg
Darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yangberfungsi untuk mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.
Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobinprotein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen. Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior.
Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan dibawa ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni.

Komposisi Darah

Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah, angka ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit atau volume sel darah merah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.
Korpuskula darah terdiri dari:
·         Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%).
Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit akan menderita penyakit anemia.

Sel darah merah (eritrosit) bentuknya seperti cakram/ bikonkaf dan tidak mempunyai inti. Ukuran diameter kira-kira 7,7 unit (0,007 mm), tidak dapat bergerak. Banyaknya kira–kira 5 juta dalam 1 mm3 (41/2 juta). Warnanya kuning kemerahan, karena didalamnya mengandung suatu zat yang disebut hemoglobin, warna ini akan bertambah merah jika di dalamnya banyak mengandung oksigen.

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT5WKMLM3qX1WtQL2aca_dgt1PUkC8OTRf9koRRjivNY1tTMkv4G92-

Fungsi sel darah merah adalah mengikat oksigen dari paru–paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh dan mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru–paru. Pengikatan oksigen dan karbon dioksida ini dikerjakan oleh hemoglobin yang telah bersenyawa dengan oksigen yang disebut oksihemoglobin (Hb + oksigen 4 Hb-oksigen) jadi oksigen diangkut dari seluruh tubuh sebagai oksihemoglobin yang nantinya setelah tiba di jaringan akan dilepaskan: Hb-oksigen Hb + oksigen, dan seterusnya. Hb tadi akan bersenyawa dengan karbon dioksida dan disebut karbon dioksida hemoglobin (Hb + karbon dioksida Hb-karbon dioksida) yang mana karbon dioksida tersebut akan dikeluarkan di paru-paru.

Sel darah merah (eritrosit) diproduksi di dalam sumsum tulang merah, limpa dan hati. Proses pembentukannya dalam sumsum tulang melalui beberapa tahap. Mula-mula besar dan berisi nukleus dan tidak berisi hemoglobin kemudian dimuati hemoglobin dan akhirnya kehilangan nukleusnya dan siap diedarkan dalam sirkulasi darah yang kemudian akan beredar di dalam tubuh selama kebih kurang 114 - 115 hari, setelah itu akan mati. Hemoglobin yang keluar dari eritrosit yang mati akan terurai menjadi dua zat yaitu hematin yang mengandung Fe yang berguna untuk membuat eritrosit baru dan hemoglobin yaitu suatu zat yang terdapat didalam eritrisit yang berguna untuk mengikat oksigen dan karbon dioksida. 

Jumlah normal pada orang dewasa kira- kira 11,5 – 15 gram dalam 100 cc darah. Normal Hb wanita 11,5 mg% dan laki-laki 13,0 mg%. Sel darah merah memerlukan protein karena strukturnya terdiri dari asam amino dan memerlukan pula zat besi, sehingga diperlukan seimbang zat besi. 

Di dalam tubuh banyaknya sel darah merah ini bisa berkurang, demikian juga banyaknya hemoglobin dalam sel darah merah. Apabila kedua-duanya berkurang maka keadaan ini disebut anemia, yang biasanya disebabkan oleh perdarahaan yang hebat, penyakit yang melisis eritrosit, dan tempat pembuatan eritrosit terganggu.

·        Keping-keping darah atau trombosit (0,6 - 1,0%)
Trombosit merupakan benda-benda kecil yang mati yang bentuk dan ukurannya bermacam-macam, ada yang bulat dan lonjong, warnanya putih, normal pada orang dewasa 200.000-300.000/mm3.

Fungsinya memegang peranan penting dalam pembekuan darah. Jika banyaknya kurang dari normal, maka kalau ada luka darah tidak lekas membeku sehingga timbul perdarahan yang terus- menerus. Trombosit lebih dari 300.000 disebut trombositosis. Trombosit yang kurang dari 200.000 disebut trombositopenia. 
(Ikatan Terapis Bekam Indonesia)Di dalam plasma darah terdapat suatu zat yang turut membantu terjadinya peristiwa pembekuan darah, yaitu Ca2+ dan fibrinogen. Fibrinogen mulai bekerja apabila tubuh mendapat luka. ketika kita luka maka darah akan keluar, trombosit pecah dan mengeluarkan zat yang dinamakan trombokinase. Trombokinasi ini akan bertemu dengan protrombin dengan pertolongan Ca2+ akan menjadi trombin. Trombin akan bertemu dengan fibrin yang merupakan benang-benang halus, bentuk jaringan yang tidak teratur letaknya, yang akan menahan sel darah, dengan demikian terjadilah pembekuan. Protrombin di buat didalam hati dan untuk membuatnya diperlukan vitamin K, dengan demikian vitamin K penting untuk pembekuan darah.
·         Sel darah putih atau leukosit (0,2%)
Bentuk dan sifat leukosit berlainan dengan sifat eritrosit apabila kita lihat di bawah mikroskop maka akan terlihat bentuknya yang dapat berubah-ubah dan dapat bergerak dengan perantaraan kaki palsu (pseudopodia), mempunyai bermacam- macam inti sel sehingga ia dapat dibedakan menurut inti selnya, warnanya bening (tidak berwarna), banyaknya dalam 1 mm3 darah kira-kira 6000-9000. 

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSRvdKF0i0YjKRn5slD-fLYuib_2RFBPFbZ39JOPt8pISXAH1POrF81O4E

Fungsinya sebagai pertahanan tubuh yaitu membunuh dan memakan bibit penyakit / bakteri yang masuk ke dalam jaringan RES (sistem retikuloendotel), tempat pembiakannya di dalam limpa dan kelenjar limfe; sebagai pengangkut yaitu mengangkut / membawa zat lemak dari dinding usus melalui limpa terus ke pembuluh darah. 

Sel leukosit disamping berada di dalam pembuluh darah juga terdapat di seluruh jaringan tubuh manusia. Pada kebanyakan penyakit disebabkan oleh masuknya kuman / infeksi maka jumlah leukosit yang ada di dalam darah akan lebih banyak dari biasanya. Hal ini disebabkan sel leukosit yang biasanya tinggal di dalam kelenjar limfe, sekarang beredar dalam darah untuk mempertahankan tubuh dari serangan penyakit tersebut. Jika jumlah leukosit dalam darah melebihi 10000/mm3 disebut leukositosis dan kurang dari 6000 disebut leukopenia.

Macam- macam leukosit meliputi:

a. Agranulosit 

Sel leukosit yang tidak mempunyai granula didalamnya, yang terdiri dari: 

·         Limposit, macam leukosit yang dihasilkan dari jaringan RES dan kelenjar limfe, bentuknya ada yang besar dan kecil, di dalam sitoplasmanya tidak terdapat glandula dan intinya besar, banyaknya kira- kira 20%-15% dan fungsinya membunuh dan memakan bakteri yang masuk ke dalam jarigan tubuh.

·         Monosit. Terbanyak dibuat di sumsum merah, lebih besar dari limfosit, fungsinya sebagai fagosit dan banyaknya 34%. Di bawah mikroskop terlihat bahwa protoplasmanya lebar, warna biru abu-abu mempunyai bintik-bintik sedikit kemerahan. Inti selnya bulat dan panjang, warnanya lembayung muda.


b. Granulosit 

Disebut juga leukosit granular terdiri dari:

- Neutrofil

Atau disebut juga polimorfonuklear leukosit, mempunyai inti sel yang kadang-kadang seperti terpisah-pisah, protoplasmanya banyak bintik-bintik halus / glandula, banyaknya 60%-50%. 

- Eusinofil 

Ukuran dan bentuknya hampir sama dengan neutrofil tetapi granula dan sitoplasmanya lebih besar, banyaknya kira-kira 24%.
 
- Basofil

Sel ini kecil dari eusinofil tetapi mempunyai inti yang bentuknya teratur, di dalam protoplasmanya terdapat granula-granula besar. Banyaknya setengah bagian dari sumsum merah, fungsinya tidak diketahui.

Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit akan menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit akan menderita penyakit leukopenia.

Susunan Darah. serum darah atau plasma terdiri atas:
1.      Air: 91,0%
2.      Protein: 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen)
3.      Mineral: 0.9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, , kalium dan zat besi,nitrogen, dll)
4.      Garam

Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :
·         albumin
·         bahan pembeku darah
·         immunoglobin (antibodi)
·         hormon
·         berbagai jenis protein
·         berbagai jenis garam
Bagian cairan darah yang membentuk sekitar 5% dari berat badan, merupakan media sirkulasi elemen-elemen darah yang membentuk sel darah merah, sel darah putih, dan sel pembeku darah juga sebagai media transportasi bahan organik dan anorganik dari suatu jaringan atau organ. 

Pada penyakit ginjal plasma albumin turun sehingga terdapat kebocoran albumin yang besar melalui glomerulus ginjal. Hampir 90% dari plasma darah terdiri dari air, di samping itu terdapat pula zat-zat lain yang terlarut di dalamnya.
Demikian juga dengan darah Hewan, juga mengandung:air, protein ((Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen),mineral (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, , kalium dan zat besi,nitrogen, dll).

Kesehatan

Luka bisa menyebabkan kehilangan darah yang parah dan kehabisan darah. Trombosit menyebabkan darah membeku, menutup luka kecil, tetapi luka besar perlu dirawat dengan segera untuk mencegah terjadinya kekurangan darah. Kerusakan pada organ dalam bisa menyebabkan luka dalam yang parah atau hemorrhage.
Hemofilia merupakan kelainan genetik yang menyebabkan kegagalan fungsi dalam pembekuan darah seseorang. Akibatnya, luka kecil dapat membahayakan nyawa.
Leukemia merupakan kanker pada jaringan tubuh pembentuk sel darah putih. Penyakit ini terjadi akibat kesalahan pada pembelahan sel darah putih yang mengakibatkan jumlah sel darah putih meningkat dan kemudian memakan sel darah merah yang normal.
Pendarahan hebat, baik karena kecelakaan atau bukan (seperti pada operasi), dan juga penyakit darah seperti anemia dan thalassemia, yang memerlukan transfusi darah. Beberapa negara mempunyai bank darah untuk memenuhi permintaan untuk transfusi darah. Penerima darah perlu mempunyai jenis darah yang sama dengan penyumbang.
Darah juga merupakan salah satu "vektor" dalam penularan penyakit. Salah satu contoh penyakit yang dapat ditularkan melalui darah adalah AIDS. Darah yang mengandung virus HIV dari makhluk hidup yang HIV positif dapat menular pada makhluk hidup lain melalui sentuhan antara darah dengan darah, sperma, atau cairan tubuh makhluk hidup tersebut. Oleh karena penularan penyakit dapat terjadi melalui darah, objek yang mengandung darah dianggap sebagai biohazard atau ancaman biologis. Dalam berbagai kepentingan diagnosis penyakit, tekanan darah memiliki peranan yang amat penting.


Penyakit malaria merupakan penyakit menular yang banyak diserita oleh penduduk yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesi. Di Indonesia, penyakit malaria bersifat endemis karena selalu menjangkiti beberapa orang pada suatu daerah. Penyakit ini sudah lama diderita oleh banyak masyarakat yang tinggal di daerah pantai, persawahan, perkebunan, serta hutan. Penyakit malaria disebabkan oleh plasmodium.

Plasmodium ialah parasit yang bersel tunggal yang terdiri atas 4 jenis plasmodium yaitu :

a. Plasmodium vivax : yang menyebabkan malaria tertiana benigna.
b. Plasmodium ovale : yang menyebabkan malaria tertiana benigna
c. Plasmodium malariae : yang menyebabkan malaria quartana
d.Plasmodium falciparum: yang menyebabkan malaria tertiana maligna yang berat,   Progresif dan biasanya fatal.

# GEJALA PENYAKIT MALARIA
·         Dimulai dengan rasa dingin dan sering sakit kepala. Biasanya penderita penyakit malaria akan menggigil atau gemetar selama 15 menit sampai 1 jam
·         Kemudian diikuti dengan demam, bahkan sering mencapai suhu 40 derajat celcius atau lebih. Demam akan mereda setelah beberapa jam.
·         Badan terasa lemah, kulit akan berubah menjadi kemerahan dan selama tidur sering mengigau.
·         Setelah semua fase diatas dilampaui, penderita mulai berkeringat dan suhu tubuhnya menurun
·         Kemudian tubuh merasa lemah namun keadaannya tidak mengkhawatirkan.

# MENCEGAH PENYAKIT MALARIA
·         Usahakan untuk menghindari gigitan nyamuk. Bisa dengan cara menggunakan kelambu / obat nyamuk
·         Bila tinggal di daerah endemis malaria, usahakan untuk mendapatkan pengobatan pencegahan secara berkala. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan obat modern maupun obat tradisional
·         Menjaga kebersihan lingkungan supaya nyamuk tidak bersarang di sekitar kita dengan cara membersihkan ruang tidur, semak-semak, air yang tergenang, kandang ternak, dll
·         Memperbanyak julah ternak (bisa berupa sapi, kerbau, kambing, kelinci dll) dan menempatkan ternak - ternak tersebut di luar rumah dekat dengan tempat nyamuk bertelur
·         Memelihara ikan pada air yang tergenang atau bisa juga dengan cara memberikan sedikit minyak pada air yang tergenang
·         Penanaman padi secara serempak atau diselingi dengan tanaman kering atau pengeringan sawah secara berkala
·         Usahakan melakukan penyemprotan rumah dengan DDT yang diusahakan oleh pemerintah

# PENYEBARAN PENYAKIT MALARIA
Penyebaran penyakit malaria dari orang yang sakit malaria ke orang yang sehat sebagian besar disebabkan oleh gigitan nyamuk. Penularan lain bisa terjadi melalui transfusi darah. Jenis nyamuk yang berperan dalam penyebaran penyakit malaria ini adalah: Anopheles Sundaicus, Anopheles aconitus, serta Anopheles maculatus. 























Pemeriksaan Malaria dan Sel Darah

Ø  Lokasi
Laboratorium Kesehatan Lingkungan Poltekkes Surabaya

Ø  Waktu
Praktikum Pemeriksaan Malaria dan Sel Darah dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2013 pukul 08.00 WIB.

Ø  Tujuan
Mahasiswa bisa membuat hapusan darah dengan baik dan benar serta mengidentifikasi bentuk dari komposisi yang ada dalam darah tersebut.

Ø  Alat dan Bahan
·      Alat
1.   Mikroskop
2.   Pipet tetes
3.   Objek glass
4.   Cover glass
5.   Batang lidi
6.   Blood lancet
7.   Auto click
8.   Kapas beralkohol 70%
9.   Kertas saring
10.  Beaker glass

·      Bahan
1.      Darah
2.      Oil imersion
3.      Alcohol 70%
4.      Methanol
5.      Cat giemsa

Ø  Cara Kerja
1.      Pembuatan preparat HDT ( Hapusan Darah Tepi ) :
a.       Usap bagian ujung jari yang akan ditusuk dengan alcohol 70%.
b.      Tusuk menggunakan auto click.
c.       Usap darah pertama yang keluar menggunakan kapas / tissue.
d.      Teteskan darah yang kedua pada ujung objek glass.




e.       Hapus searah dengan menggunakan cover glass.




f.       Tunggu hingga kering, lalu cat.

2.      Tes kualitas cat :
a.       Teteskan 2 tetes cat giemsa menggunakan pipet tetes pada kertas saring.
b.      Tetesi 3 tetes methanol.
c.       Amati reaksinya.
d.      Jika terjadi 3 warna ( merah, ungu, biru ), maka cat giemsa tersebut masih dalam kondisi bagus dan dapat digunakan. Namun jika hanya terjadi 1 warna, maka cat giemsa tersebut tidak dalam kondisi bagus dan tidak dapat untuk digunakan.

3.      Proses pengecatan :
a.       Tuangi HDT dengan methanol, tunggu 5 menit.
b.      tunggu kering.
c.       Tetesi dengan cat giemsa sampai menggenangi, tunggu 10 - 15 menit. Bertujuan agar cat giemsa dapar mengikat darah supaya menempel pada objek glass.
d.      Siram dengan air mengalir.
e.       Keringkan dengan posisi berdiri.
f.       Tetesi dengan oil immersion pada ujung hapusan.
g.      Lihat dalam mikroskop dengan perbesaran 10x – 100x.
h.      Identifikasi pengamatan tersebut.

Ø  Hasil dan Pembahasan
Identitas :
Nama         :           Ayu Pertiwi

Dari hasil pemeriksaan malaria dan sel darah ternyata negative mengandung malaria. Dengan demikian tidak adanya plasmodium penyebab penyakit malaria yang terkandung dalam darah. Pada hasil pengamatan, dapat diamati kondisi trombosit yang bergerombol dan eritrosit yang masih muda. Eritrosit yang masih muda menandakan kekurangan zat Fe dan biasa ditemukan pada orang setelah donor darah.

Ø  Kesimpulan
Pemeriksaan darah pada Nn. Ayu Pertiwi ternyata negative mengandung plasmodium penyebab penyakit malaria. Plasmodium ialah parasit yang bersel tunggal yang terdiri atas 4 jenis plasmodium yaitu :

a. Plasmodium vivax : yang menyebabkan malaria tertiana benigna.
b. Plasmodium ovale : yang menyebabkan malaria tertiana benigna
c. Plasmodium malariae : yang menyebabkan malaria quartana
d.Plasmodium falciparum: yang menyebabkan malaria tertiana maligna yang berat,   Progresif dan biasanya fatal.

 Pada hasil pengamatan, dapat diamati kondisi trombosit yang bergerombol dan eritrosit yang masih muda. Eritrosit yang masih muda menandakan kekurangan zat Fe dan biasa ditemukan pada orang setelah donor darah
Foto



















DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Darah diakses hari Sabtu 4 Mei 2013 pukul 13.08 WIB
http://www.i-tbi.org/2011/07/mengenal-darah-dalam-tubuh-kita.html diakses hari Sabtu 4 Mei 2013 pukul 12.30 WIB
http://carapedia.com/tentang_penyakit_malaria_info2297.html diakses hari Sabtu 4 Mei 2013 pukul 13.21 WIB
Faisal Yatim, DTM & H, MPH. Macam-macam Penyakit Menular: Yayasan OborIndonesia
Gandasoebrata.R. Penuntun Laboratorium Klinik. Dian Rakyat. Jakarta. 1967











Tidak ada komentar:

Posting Komentar