Sabtu, 27 September 2014

PARASITOLOGI "PARASIT PADA SAYURAN"

LAPORAN PRAKTIKUM
PARASITOLOGI
PEMERIKSAAN PARASIT PADA FEASES MANUSIA








AYU PERTIWI
P27833112026
NON REGULER / B

KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PROGRAM STUDI DIII KAMPUS SURABAYA
Tahun 2013
PEMERIKSAAN PARASIT PADA FEASES MANUSIA
Ø  Lokasi
Laboratorium Kesehatan Lingkungan Poltekkes Surabaya

Ø  Waktu
Praktikum Pemeriksaan Parasit Pada Feases Manusia dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2013.

Ø  Tujuan
Untuk mengetahui apakah sayuran yang diperiksa terkontaminasi oleh parasit khusunya telur cacing atau tidak.

Ø  Dasar Teori
      Penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing masih tinggi prevelansinya terutama pada penduduk di daerah tropik seperti di Indonesia, dan merupakan masalah yang cukup besar bagi bidang kesehatan masyarakat. Hal ini dikarenakan Indonesia berada dalam kondisi geografis dengan temperatur dan kelembaban yang sesuai, sehingga kehidupan cacing ditunjang oleh proses daur hidup dan cara penularannya.
            Parasit merupakan kelompok biota yang pertumbuhan dan hidupnya bergantung pada makhluk lain yang dinamakan inang. Inang dapat berupa binatang atau manusia. Menurut cara hidupnya, parasit dapat dibedakan menjadi ektoparasit dan endoparasit. Ektoparasit adalah jenis parasit yang hidup di permukaan luar tubuh, sedangkan endoparasit adalah parasit yang hidup di dalam organ tubuh inangnya. Parasit yang hidup pada inangnya dalam satu masa/tahapan pertumbuhannya seluruh masa hidupnya sesuai masing-masing jenisnya (Setyorini dan Purwaningsih, 1999).
Manusia merupakan satu-satunya hospes Ascaris lumbricoides. Penyakit yang disebabkanya disebut askariasis. Cacing jantan berukuran 10-30 cm, sedangkan cacing betina 22-35 cm. Stadium dewasa hidup di rongga usus muda. Seekor cacing betina dapat bertelur sebanyak 100.000-200.000 butir sehari, terdiri telur yang dibuahi, dan yang tidak dibuahi. Telur yang dibuahi, besarnya kurang lebih 60x45 mikron dan yang tidak dibuahi 90x40 mikron. Dalam lingkungan yang sesuai, telur yang dibuahi berkembang menjadi bentuk infektif dalam waktu kurang lebih 3 minggu. Bentuk infektif ini, bila tertelan oleh manusia, menetas di usus halus. Larvanya menembus dinding usus halus menuju pembuluh darah atau saluran limfe, lalu dialirkan ke jantung, kemudian mengikuti aliran darah ke paru. Larva di paru menembus dinding pembuluh darah, lalu dinding alveolus, masuk ke rongga alveolus, kemudian naik ke trakea melalui bronkiolus dan bronkus. Dari trakea penderita batuk karena rangsangan ini dan larva akan tertelan ke esofagus, lalu menuju ke usus halus. Di usus halus, larva berubah menjadi cacing dewasa. Sejak telur matang tertelan sampai cacing dewasa bertelur diperlukan waktu kurang lebih 2 bulan (Gandahusada dkk, 1998).
Manusia merupakan hospes dari cacing Trichuris trichiura atau lebih dikenal sebagai cacing cambuk. Penyakit yang disebabkannya disebut trikuriasis. Cacing betina Trichuris trichiura panjangnya kira-kira 5 cm, sedangkan cacing jantan kira-kira 4 cm. Bagian anterior langsing seperti cambuk, panjangnya kira-kira 3/5 dari panjang seluruh tubuh. Bagian posterior bentuknya lebih gemuk, pada cacing betina bentuknya membulat tumpul dan pada cacing jantan melingkar dan terdapat satu buah spikulum (Gandahusada dkk, 1998).
Menurut Gandahusada (1998), morfologi telur Trichuris trichiura adalah telur berukuran 50-54 mikron x 32 mikron, berbentuk seperti tempayan dengan semacam penonjolan yang jernih pada kedua kutub. Kulit telur bagian luar berwarna kekuning-kuningan dan bagian dalamnya jernih. Telur yang dibuahi dikeluarkan dari hospes (manusia) bersama tinja. Telur tersebut menjadi matang dalam waktu 3 sampai 6 minggu dalam lingkungan yang sesuai, yaitu pada tanah yang lembab dan tempat yang teduh. Telur matang ialah telur yang berisi larva dan merupakan bentuk infektif. Cara infeksi langsung ialah bila secara kebetulan hospes menelan telur matang. Larva keluar melalui dinding telur dan masuk ke dalam usus halus. Sesudah menjadi dewasa, cacing turun ke usus bagian distal dan masuk ke daerah kolon, terutama sekum. Masa pertumbuhan mulai dari telur yang tertelan sampai cacing dewasa betina meletakkan telur kira-kira 30-90 hari.

Ø  Klasifikasi Tumbuhan Kemangi


o   Kingdom                      : Plantae (Tumbuhan)
o    Subkingdom             : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
o    Super Divisi               : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
o    Divisi                            : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
o    Kelas                            : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
o    Sub Kelas                   : Asteridae
o    Ordo                             : Lamiales
o    Famili                          : Lamiaceae
o    Genus                         : Ocimum
o    Spesies                       : Ocimum sanctum L.

Kemangi yang ada di Indonesia bernama botani ocimum basillicum. Karena tumbuhnya menyemak, kemangi dikelompokkan dalam kelompok basil semak. Di Jakarta, kemangi lazim digunakan dalam sajian khas Betawi, seperti laksa ataupun nasi ulam. Di Jawa Barat, kemangi alias surawung digunakan dalam beragam masakan Sunda yang lezat seperti ulukutek oncom leunca (tumis leunca), pais lauk (pepes ikan), laksa bogor ataupun karedok. Sementara di daerah Jawa Timur, daun kemangi disajikan dengan nasi krawu, botok, trancam (urap), pencek tempe ataupun ikan bumbu pesmol yang rasanya kurang pas dan juga kurang nikmat tanpa daun kemangi. Dalam khazanah masakan khas Menado — seperti bubur gurih komplet — dibubuhi kemangi sebagai pelengkap sajian.
Manfaat Daun Kemangi Khasiat Daun Kemangi untuk Kesehatan Khasiat daun kemangi untuk kesehatan sangat beragam. Salah satunya Adalah jika Anda memiliki masalah dengan bau mulut ataupun bau badan, Anda dapat mengonsumsi lalap kemangi segar setiap hari secara rutin. Namun jika Anda kurang suka dengan rasanya, Anda dapat membuat air perasan daun kemangi yang dicampur dengan daun kunyit dan daun beluntas lalu meminumnya secara rutin setiap hari.

Ø  Klasifikasi Ascaris Lumbricoides


TINGKATAN
NAMA
KINGDOM
Animalia
FILUM
Nemathelminthes
KELAS
Nematoda
ORDO
Ascaridida
FAMILI
Ascaridae
GENUS
Ascaris
SPESIES
Ascaris lumbricoides

Ascaris lumbricoides atau yang lebih dikenal dengan cacing perut merupakan salah satu cacing yang merugikan bagi manusia dari kelas Nematoda dalam Filum Nemathelminthes. Ascaris lumbricoides hidup di dalam tubuh tepatnya di dalam usus halus. Ascaris lumbricoides hidup di dalam usus halus karena di dalam usus halus cacing perut ini dapat memperoleh makanan dengan mudah. Ascaris lumbricoides masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang telah terkontaminasi telur cacing perut. Biasanya telur cacing perut dibawa oleh lalat, ketika lalat itu hinggap di makanan dan makanan itu kita makan maka kemungkinan besar cacing ini akan tumbuh di dalam tubuh kita. Setelah telur masuk ke dalam tubuh, telur akan menetas dan akan menjadi cacing ke dalam usus halus. Karena ukurannya yang microscopis, maka cacing ini dapat menembus dinding-dinding usus, jalan terus hingga ke paru-paru. Sampai paru-paru cacing perut ini terus berjalan ke trakea lalu kembali lagi ke dalam usus halus melalui esofagus.
Cacing betina ukurannya lebih besar daripada cacing jantan dan dinding posterior cacing jantan terdapat kait yang digunakan untuk reproduksi seksual. Tubuhnya licin karena terselubungi lapisan kutikula yang terbuat dari protein. Ascaris lumbricoides menyebabkan penyakit yang disebut Askariasis. Mereka hidup di rongga usus halus manusia. Berukuran 10-30 cm untuk cacing jantan dan 22-35 cm untuk cacing betina. Satu cacing betina Ascaris lumbricoides dapat berkembang biak dengan menghasilkan 200.000 telur setiap harinya.

Telur cacing ini dapat termakan oleh manusia melalui makanan yang terkontaminasi. Telur ini akan menetas di usus, kemudian berkembang jadi larva menembus dinding usus, lalu masuk ke dalam paru- paru. Masuknya larva ke paru-paru manusia disebut terinfeksi sindroma loeffler. Setelah dewasa, Ascaris lumbricoides akan mendiami usus manusia dan menyerap makanan disana, disamping tumbuh dan berkembang biak. Inilah yang menyebabkan seseorang menderita kurang gizi karena makanan yang masuk diserap terus oleh Ascaris lumbricoides. Di Indonesia, penderita Askariasis didominasi oleh anak-anak. Penyebab penyakit ini bisa karena kurangnya pemakaian jamban keluarga dan kebiasaan memakai tinja sebagai pupuk.


Ø  Alat dan Bahan
·      Alat
1.   Pisau
2.   Baskom
3.   Spatula
4.   Tabung reaksi besar
5.   Cover glass
6.   Objek glass
7.   Mikroskop
8.   Tabung imhoof cone / tabung piala
9.   Centri fube – centri fuge
10.  Rak tabung
11.  Pipet tetes
12.  Pipet habis
13.  Gelas ukur

·      Bahan
1.      Sample sayur kemangi
2.      NaCl jenuh
3.      NaOH 0.2%
4.      Aquadest

Ø  Cara Kerja

1. Teknik Flotasi atau pengapungan :
·         Pisahkan sayuran antara batang dan daunnya
·         Tampung daun dalam mangkok besar
·         Siapkan NaCl jenuh
·         Tambahkan kedalamnya laritan NaCl jenuh sampai sayuran terendam sempurna
·         Campur dan aduk secara merata menggunakan spatula selama 35 – 45  menit
·         Ambil supernatant dan masukkan ke dalam tabung reaksi sampai memenuhi tabung
·         Segera tutup dengan cover glass mulut tabung biarkan selama 1 jam
·         Tempelkan cover glass tersebut pada objek glass
·         Lalu periksa di bawah mikroskop pada perbesaran 10 – 40 kali
2.   Teknik Sedimentasi :
·         Pisahkan sayuran batang dan daun
·         Tampung pada mangkuk besar
·         Siapkan NaOH 0.2%
·         Tambahkan larutan NaOH 0.2 % sampai sayuran terendam sempurna
·         Aduk dan campur secara merata menggunakan spatula selama 30 – 45 menit
·         Ambil supernatant dan masukkan ke cawan imhoof cone atau gelas piala biarkan selama 1 jam
·         Buang larutan yang jernih pada cawan imhoof
·         Bagian bawah masukkan ke dalam tabung centri fuge
·         Putar pada 2500 Rpm selama 10 menit
·         Buang supernatannya
·         Buang supernatant dan ambil sedimen menggunakan pipet tetes lalu letakkan ke dalam objek glass
·         Tutup dengan cover glass
·         Lalu periksa di bawah mikroskop pada perbesaran 10 – 40 kali
Ø  Hasil dan Pembahasan
Dari hasil pemeriksaan parasit pada sayuran segar yang kami gunakan yaitu sayur kemangi, ternyata positif mengandung telur cacing Ascaris Lumbricoides melalui proses sedimentasi (NaOH) yaitu telur yang dibuahi dan termasuk pada decorticated. Cacing ascaris lumbricoides menyebabkan penyakit askariasis dan hospesnya adalah manusia. Larva di pulmo menyebabkan syndrome Loeffler, juga dapat menyebabkan bronco pneumonia. Cacing dewasa di dalam rongga usus dapat menyebabkan ileus obstruktif. Bila cacing dewasa menetap di tempat – tempat yang tidak biasa ( apendiks, peritoneum, saluran empedu, trakea ) disebut infeksi ektopik.
Ø  Kesimpulan
Sayuran kemangi yang diperiksa ternyata mengandung telur cacing lumbricoides yang dapat menyebabkan penyakit askariasis, sehingga sayuran kemangi tidak aman untuk dikonsumsi jika tidak dicuci secara bersih.

















DAFTAR PUSTAKA
Gandahusada, Srisasi dkk. 1998. Parasitologi Kedokteran. Balai Penerbitan FKUI, Jakarta.
Setyorini, A. C. dan Purwaningsih, E. 1999. Pengelolaan Koleksi Spesimen Zoologi. Puslitbang Biologi-LIPI, Bogor
Widyastuti, Retno dkk. 2002. Parasitologi. Universitas Terbuka, Jakarta.





















PEMERIKSAAN PARASIT PADA SAYUR KEMANGI
Ø  Lokasi
Laboratorium Kesehatan Lingkungan Poltekkes Surabaya

Ø  Waktu
Praktikum Pemeriksaan Parasit Pada Sayur Kemangi dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2013.

Ø  Tujuan
Untuk mengetahui apakah sayuran yang diperiksa terkontaminasi oleh parasit khusunya telur cacing atau tidak.

Ø  Dasar Teori

     Dikalangan masyarakat Indonesia sering dijumpai kebiasaan makan sayuran segar yang tanpa dimasak terlebih dahulu. Sayuran sebgai sumber vitamin dan mineral dapat tercemar oleh telur cacing parasit usus. Pencemaran dapat terjadi dari lahan maupun dari tempat jualan. Sayuran diperjual belikan di tempat – tempat terbuka akan sangat memungkinkan untuk dihinggapi serangga maupun binatang pengerat tertentu yang merupakan vector mekanisme yang dapat menyebarkan mikroorganisme tersebut adalah bersifat pathogen yang dapat membahayakan kesehatan.

     Sayuran memang sangat diperlukan oleh tubuh kita secara singkat tentang Purawijaya (1989) menuliskan bahwa sayuran mempunyai tiga pokok kegunaan, yaitu :
1.      Sebagai sumber tenaga
2.      Sebagai sumber pembangun sel
3.      Sebagai sumber vitamin dan mineral       
Manusia merupakan satu-satunya hospes Ascaris lumbricoides. Penyakit yang disebabkanya disebut askariasis. Cacing jantan berukuran 10-30 cm, sedangkan cacing betina 22-35 cm. Stadium dewasa hidup di rongga usus muda. Seekor cacing betina dapat bertelur sebanyak 100.000-200.000 butir sehari, terdiri telur yang dibuahi, dan yang tidak dibuahi. Telur yang dibuahi, besarnya kurang lebih 60x45 mikron dan yang tidak dibuahi 90x40 mikron. Dalam lingkungan yang sesuai, telur yang dibuahi berkembang menjadi bentuk infektif dalam waktu kurang lebih 3 minggu. Bentuk infektif ini, bila tertelan oleh manusia, menetas di usus halus. Larvanya menembus dinding usus halus menuju pembuluh darah atau saluran limfe, lalu dialirkan ke jantung, kemudian mengikuti aliran darah ke paru. Larva di paru menembus dinding pembuluh darah, lalu dinding alveolus, masuk ke rongga alveolus, kemudian naik ke trakea melalui bronkiolus dan bronkus. Dari trakea penderita batuk karena rangsangan ini dan larva akan tertelan ke esofagus, lalu menuju ke usus halus. Di usus halus, larva berubah menjadi cacing dewasa. Sejak telur matang tertelan sampai cacing dewasa bertelur diperlukan waktu kurang lebih 2 bulan (Gandahusada dkk, 1998).
Parasit merupakan kelompok biota yang pertumbuhan dan hidupnya bergantung pada makhluk lain yang dinamakan inang. Inang dapat berupa binatang atau manusia. Menurut cara hidupnya, parasit dapat dibedakan menjadi ektoparasit dan endoparasit. Ektoparasit adalah jenis parasit yang hidup di permukaan luar tubuh, sedangkan endoparasit adalah parasit yang hidup di dalam organ tubuh inangnya. Parasit yang hidup pada inangnya dalam satu masa/tahapan pertumbuhannya seluruh masa hidupnya sesuai masing-masing jenisnya (Setyorini dan Purwaningsih, 1999).
Menurut Dropkhin (1991), Nemathoda ( nama tersebut berasal dari kata Yunani yang berarti benang ), berbentuk memanjang, seperti tabung, kadang – kadang seperti kumparan, yang dapat bergerak seperti ular. Nematode telah dikenal sejak zaman purba sebagai parasit pada manusia. Pracaya (2008), nematode berbentuk seperti cacing kecil. Panjangnya sekitar 200 -1000 mikron (1000 mikron = 1 mm). namun ada beberapa yang panjangnya sekitar 1 cm. nematode biasa hidup did ala ataupun di atas tanah. Umumnya nematode yang hidup di atas tanah sering terdapat di dalam tanah terdapat di dalam jaringan tanaman atau diantara daun – daun yang melipat, di tunas daun, di dalam buah, di batang atau dibagian tanaman lainnya. Nematode ada juga yang hidup di dalam tanaman (endoparasit) dan diluar tanaman (eksoparasit). Jenis nematode yang saprofit sangat menguntungkan karena mempercepat proses tanaman yang telah mati menjadi tanah. Ada juga nematode yang menjadi parasit, khususnya parasit pada tanaman (Bridge et al, 1995). Nematode parasit tanaman dapat menyebabkan kerusakan tanaman, sehingga menyebabkan penurunan produksi, yang akhirnya merugikan petani.

Ø  Klasifikasi Tumbuhan Kemangi


o   Kingdom                      : Plantae (Tumbuhan)
o    Subkingdom             : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
o    Super Divisi               : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
o    Divisi                            : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
o    Kelas                            : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
o    Sub Kelas                   : Asteridae
o    Ordo                             : Lamiales
o    Famili                          : Lamiaceae
o    Genus                         : Ocimum
o    Spesies                       : Ocimum sanctum L.

Kemangi yang ada di Indonesia bernama botani ocimum basillicum. Karena tumbuhnya menyemak, kemangi dikelompokkan dalam kelompok basil semak. Di Jakarta, kemangi lazim digunakan dalam sajian khas Betawi, seperti laksa ataupun nasi ulam. Di Jawa Barat, kemangi alias surawung digunakan dalam beragam masakan Sunda yang lezat seperti ulukutek oncom leunca (tumis leunca), pais lauk (pepes ikan), laksa bogor ataupun karedok. Sementara di daerah Jawa Timur, daun kemangi disajikan dengan nasi krawu, botok, trancam (urap), pencek tempe ataupun ikan bumbu pesmol yang rasanya kurang pas dan juga kurang nikmat tanpa daun kemangi. Dalam khazanah masakan khas Menado — seperti bubur gurih komplet — dibubuhi kemangi sebagai pelengkap sajian.
Manfaat Daun Kemangi Khasiat Daun Kemangi untuk Kesehatan Khasiat daun kemangi untuk kesehatan sangat beragam. Salah satunya Adalah jika Anda memiliki masalah dengan bau mulut ataupun bau badan, Anda dapat mengonsumsi lalap kemangi segar setiap hari secara rutin. Namun jika Anda kurang suka dengan rasanya, Anda dapat membuat air perasan daun kemangi yang dicampur dengan daun kunyit dan daun beluntas lalu meminumnya secara rutin setiap hari.

Ø  Klasifikasi Ascaris Lumbricoides


TINGKATAN
NAMA
KINGDOM
Animalia
FILUM
Nemathelminthes
KELAS
Nematoda
ORDO
Ascaridida
FAMILI
Ascaridae
GENUS
Ascaris
SPESIES
Ascaris lumbricoides

Ascaris lumbricoides atau yang lebih dikenal dengan cacing perut merupakan salah satu cacing yang merugikan bagi manusia dari kelas Nematoda dalam Filum Nemathelminthes. Ascaris lumbricoides hidup di dalam tubuh tepatnya di dalam usus halus. Ascaris lumbricoides hidup di dalam usus halus karena di dalam usus halus cacing perut ini dapat memperoleh makanan dengan mudah. Ascaris lumbricoides masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang telah terkontaminasi telur cacing perut. Biasanya telur cacing perut dibawa oleh lalat, ketika lalat itu hinggap di makanan dan makanan itu kita makan maka kemungkinan besar cacing ini akan tumbuh di dalam tubuh kita. Setelah telur masuk ke dalam tubuh, telur akan menetas dan akan menjadi cacing ke dalam usus halus. Karena ukurannya yang microscopis, maka cacing ini dapat menembus dinding-dinding usus, jalan terus hingga ke paru-paru. Sampai paru-paru cacing perut ini terus berjalan ke trakea lalu kembali lagi ke dalam usus halus melalui esofagus.
Cacing betina ukurannya lebih besar daripada cacing jantan dan dinding posterior cacing jantan terdapat kait yang digunakan untuk reproduksi seksual. Tubuhnya licin karena terselubungi lapisan kutikula yang terbuat dari protein. Ascaris lumbricoides menyebabkan penyakit yang disebut Askariasis. Mereka hidup di rongga usus halus manusia. Berukuran 10-30 cm untuk cacing jantan dan 22-35 cm untuk cacing betina. Satu cacing betina Ascaris lumbricoides dapat berkembang biak dengan menghasilkan 200.000 telur setiap harinya.

Telur cacing ini dapat termakan oleh manusia melalui makanan yang terkontaminasi. Telur ini akan menetas di usus, kemudian berkembang jadi larva menembus dinding usus, lalu masuk ke dalam paru- paru. Masuknya larva ke paru-paru manusia disebut terinfeksi sindroma loeffler. Setelah dewasa, Ascaris lumbricoides akan mendiami usus manusia dan menyerap makanan disana, disamping tumbuh dan berkembang biak. Inilah yang menyebabkan seseorang menderita kurang gizi karena makanan yang masuk diserap terus oleh Ascaris lumbricoides. Di Indonesia, penderita Askariasis didominasi oleh anak-anak. Penyebab penyakit ini bisa karena kurangnya pemakaian jamban keluarga dan kebiasaan memakai tinja sebagai pupuk.













Pemeriksaan Parasit Pada Sayuran Kemangi

Ø  Lokasi
Laboratorium Kesehatan Lingkungan Poltekkes Surabaya

Ø  Waktu
Praktikum Pemeriksaan Parasit Pada Sayur Kemangi dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2013 pukul 10.00 WIB.

Ø  Tujuan
Untuk mengetahui apakah sayuran yang diperiksa terkontaminasi oleh parasit khusunya telur cacing atau tidak.

Ø  Alat dan Bahan
·      Alat
14.  Pisau
15.  Baskom
16.  Spatula
17.  Tabung reaksi besar
18.  Cover glass
19.  Objek glass
20.  Mikroskop
21.  Tabung imhoof cone / tabung piala
22.  Centri fube – centri fuge
23.  Rak tabung
24.  Pipet tetes
25.  Pipet habis
26.  Gelas ukur

·      Bahan
5.      Sample sayur kemangi
6.      NaCl jenuh
7.      NaOH 0.2%
8.      Aquadest

Ø  Cara Kerja

1. Teknik Flotasi atau pengapungan :
·         Pisahkan sayuran antara batang dan daunnya
·         Tampung daun dalam mangkok besar
·         Siapkan NaCl jenuh
·         Tambahkan kedalamnya larutan NaCl jenuh sampai sayuran terendam sempurna
yang bertujuan agar telur cacing mengambang karena berat jenis telur cacing lebih rendah daripada berat jenis NaCl
·         Campur dan aduk secara merata menggunakan spatula selama 35 – 45  menit
·         Ambil supernatant dan masukkan ke dalam tabung reaksi sampai memenuhi tabung
·         Segera tutup dengan cover glass mulut tabung biarkan selama 1 jam
·         Tempelkan cover glass tersebut pada objek glass
·         Lalu periksa di bawah mikroskop pada perbesaran 10 – 40 kali
2.   Teknik Sedimentasi :
·         Pisahkan sayuran batang dan daun
·         Tampung pada mangkuk besar
·         Siapkan NaOH 0.2%
·         Tambahkan larutan NaOH 0.2 % sampai sayuran terendam sempurna yang bertujuan agar telur cacing mengendap di bawah karena berat jenis telur cacing lebih besar daripada berat jenis NaOH
·         Aduk dan campur secara merata menggunakan spatula selama 30 – 45 menit
·         Ambil supernatant dan masukkan ke cawan imhoof cone atau gelas piala biarkan selama 1 jam
·         Buang larutan yang jernih pada cawan imhoof
·         Bagian bawah masukkan ke dalam tabung centri fuge
·         Putar pada 2500 Rpm selama 10 menit
·         Buang supernatannya
·         Buang supernatant dan ambil sedimen menggunakan pipet tetes lalu letakkan ke dalam objek glass
·         Tutup dengan cover glass
·         Lalu periksa di bawah mikroskop pada perbesaran 10 – 40 kali
Ø  Hasil dan Pembahasan
Dari hasil pemeriksaan parasit pada sayuran segar yang kami gunakan yaitu sayur kemangi, ternyata positif mengandung telur cacing Ascaris Lumbricoides melalui proses sedimentasi (NaOH) yaitu telur yang dibuahi dan termasuk pada decorticated. Cacing ascaris lumbricoides menyebabkan penyakit askariasis dan hospesnya adalah manusia. Larva di pulmo menyebabkan syndrome Loeffler, juga dapat menyebabkan bronco pneumonia. Cacing dewasa di dalam rongga usus dapat menyebabkan ileus obstruktif. Bila cacing dewasa menetap di tempat – tempat yang tidak biasa ( apendiks, peritoneum, saluran empedu, trakea ) disebut infeksi ektopik.
Ø  Kesimpulan
Sayuran kemangi yang diperiksa ternyata mengandung telur cacing ascaris lumbricoides yang dapat menyebabkan penyakit askariasis, sehingga sayuran kemangi tidak aman untuk dikonsumsi jika tidak dicuci secara bersih.


DAFTAR PUSTAKA

Gandahusada, Srisasi dkk. 1998. Parasitologi Kedokteran. Balai Penerbitan FKUI, Jakarta.
Setyorini, A. C. dan Purwaningsih, E. 1999. Pengelolaan Koleksi Spesimen Zoologi. Puslitbang Biologi-LIPI, Bogor
Widyastuti, Retno dkk. 2002. Parasitologi. Universitas Terbuka, Jakarta.
Dropkin, V. H. 1992. Pengantar Nematologi Tumbuhan. Gadjah Mada University.Yogyakarta.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar